Sistem Oprasi, Linux dan Open Source
A. Konsep Dasar Sistem Oprasi
1. Definisi
Mendefinisikan istilah "sistem operasi" mungkin merupakan hal yang mudah, namun mungkin juga merupakan hal yang sangat ribet! Kita sepertinya pernah mendengar istilah "sistem operasi". Mungkin pula pernah berhubungan secara langsung ataupun tidak langsung dengani stilah tersebut. Namun, belum tentu dapat menjabarkan perihal apa yang sebetulnya dimaksud dengan kata "sistemoperasi". Sebaliknya, banyak pula yang pernah mendengar merek dagang "Windows TM1)" atau pun istilah "GNU/Linux 2)", lalu mengidentikkan nama WindowsTM atau GNU/Linux dengan istilah "sistem operasi" tersebut.
3. Abstraksi Komponen Sistem Komputer
Sebuah sistem komputer dapat dibagi kedalam beberapa komponen utama, seperti "parapengguna", "perangkat keras", serta "perangkatlunak" "Parapengguna" (users) ini merupakan pihak yang memanfaatkan sistem komputer tersebut. Para Pengguna disini bukan saja manusia, namun mungkin berbentuk program aplikasi lain, atau pun perangkat komputer lain. "Perangkatkeras" (hardware) ini berbentuk benda konkret yang dapat
Dilihat dan disentuh. Perangkat keras ini merupakan inti dari sebuah sistem, serta penyedia sumber daya (resources) untuk keperluan komputasi. Diantara "para pengguna" dan "perangkat keras" terdapat sebuah lapisana bstrak yang disebut dengan "perangkat lunak" (software).
4. Perangkat Komputer
Komputer modern merupakan sistem yang kompleks. Secarafisik, komputer tersebut terdiri dari Beberapa bagian seperti prosesor, memori, disk, pencetak (printer), serta perangkat lainnya. Perangkat keras tersebut digunakan untuk menjalankan berbagai perangkat lunak aplikasi (software aplication). Sebuah sistemoperasi merupakan perangkat lunak penghubung antara perangkat keras (hardware) dengan perangkat lunak aplikasi tersebut diatas. “Konsep Dasar Perangkat Komputer”), menguraikan secara umum komponen-komponen komputer seperti sistem operasi, perangkat keras, proteksi, keamanan, serta jaringan komputer. “Konsep Dasar Sistem Operasi” akan memperkenalkan secara umum seputar sistem operasi. Windows merupakan merek dagang terdaftar dari Microsoft. GNU merupakan singkatan dari GNU is Not Unix, sedangkan Linux merupakan merek dagang dari Linus Torvalds.
Sistem operasi berada diantara perangkat keras komputer dan perangkat aplikasinya. Namun, bagaimana caranya menentukan secara pasti, letak perbatas anantara "perangkat keras komputer" dan "sistem operasi", dan terutama antara "perangkat lunak aplikasi" dan "sistemoperasi"?
Secara lebih rinci, sistem operasi didefinisikan sebagai sebuah program yang mengatur perangka keras komputer, dengan menyediakan landasan untuk aplikasi yang berada diatasnya, serta bertindak sebagai penghubung antara para pengguna dengan perangkat keras. Sistemoperasi bertugas untuk mengendalikan (kontrol) serta mengkoordinasikan pengunaan perangkat keras untuk berbagai program aplikasi untuk bermacam-macam pengguna. Dengan demikian, sebuahs istem operasi bukan merupakan bagian dari perangkat keras komputer, dan juga bukan merupakan bagian dari perangkat lunak aplikasi komputer, apalagi tentunya bukan merupakan bagian dari para pengguna komputer.
B. Pengertian Linux
Linux adalah nama yang diberikan kepada sistem operasi komputer bertipe Unix. Linux merupakan salah satu contoh hasil pengembangan perangkat lunak bebas dan sumber terbuka utama. Seperti perangkat lunak bebas dan sumber terbuka lain pada umumnya, kode sumber Linux dapat dimodifikasi, digunakan, dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapapun. Linux terus berkembang pesat, utamanya karena ada sejumlah distributor (seperti Red Hat, Caldera, dsb) yang berkompetisi untuk berebut pangsa pasar. Oleh karena itu dibentuk kelompok bernama Linux Standard Base. Kelompok ini bekerja untuk memastikan bahwa beragam distribusi Linux yang ada tetap bisa menjalankan aplikasi yang sama dan saling berinteroperasi. Saat ini ada tujuh distribusi Linux paling terkenal, yaitu :
1. RedHat Linux, distributor paling populer di AS dan salah satu yang palingmudah digunakan.
2. Mandrake Linux, distributor yang menambahkan update dan patch untuk RedHat Linux.
3. Caldera Open Linux, distibrusi Linux dengan instalasi dan lingkungan pengguna berbasis grafis yang bagus.
4. Suse Linux, distribusi Linux paling populer di Eropa yang juga menyediakan perangkat instalasi dan panduan berbahasa Indonesia.
5. Slackware Linux.
6. Debian GNU/Linux;
Turbo Linux, distribusi Linux paling populer di Asia yang menyediakan dukungan untuk set karakter khusus Asia. Pada awalnya, Linux dibuat, dikembangkan, dan digunakan oleh peminatnya saja. Kini Linux telah mendapat dukungan dari perusahaan besar seperti IBM dan Hewlett-Packard. Para pengamat teknologi informatika beranggapan kesuksesan ini dikarenakan Linux tidak bergantung kepada vendor (vendor independence), biaya operasional yang rendah, dan kompatibilitas yang tinggi dibandingkan versi Unix proprietari, serta faktor keamanan dan kestabilannya dibandingkan dengan Microsoft Windows. Ciri-ciri ini juga menjadi bukti atas keunggulan model pengembangan perangkat lunak sumber terbuka (open source software). Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa Linux adalah perangkat lunak bebas yang kodenya dapat dimodifikasi, digunakan, dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapapun.
C. OPENSOURCE SOFTWARE
Perangkat lunak sumber terbuka ( open source software) adalah jenis perangkat lunak yang kode sumber-nya terbuka untuk dipelajari, diubah, ditingkatkan dan disebarluaskan. Karena sifat ini, umumnya pengembangannya dilakukan oleh satu paguyuban terbuka yang bertujuan mengembangkan perangkat lunak bersangkutan. Anggota-anggota paguyuban itu seringkali sukarela tapi bisa juga pegawai suatu perusahaan yang dibayar untuk membantu pengembangan perangkat lunak itu. Produk perangkat lunak yang dihasilkan ini biasanya bersifat bebas dengan tetap menganut kaidah dan etika tertentu. Semua perangkat lunak bebas adalah perangkat lunak sumber terbuka, tapi sebaliknya perangkat lunak sumber terbuka belum tentu perangkat lunak bebas, tergantung kaidah yang dipakai dalam melisensikan perangkat lunak sumber terbuka tersebut.
Serupa dengan perangkat lunak gratis, perangkat lunak sumber terbuka merupakan perangkat lunak yang juga dapat diperoleh dan didistribusikan secara bebas. Berbeda halnya dengan perangkat lunak gratis yang belum tentu boleh dilihat kode aslinya, perangkat lunak sumber terbuka dapat dibaca kode-kode pemrograman sesuai aslinya. Kode pemrograman ini dapat juga diubah, dimodifikasi dan dikembangkan sendiri oleh kita dengan tetap memperhatikan kaidah yang berlaku sesuai dengan lisensi perangkat lunak tersebut.
Sebagai contoh untuk memahami perbedaan antara kedua jenis perangkat ini dapat diilustrasikan misalnya perusahaan Microsoft pada suatu saat menjadikan salah satu produknya menjadi perangkat lunak gratis. Hal ini berarti siapapun dapat mendapatkannya secara gratis. Akan tetapi anda tidak diperkenankan untuk kemudian memodifikasi dan mengembangkan produk perangkat lunak tersebut. Dapat disimpulkan, perangkat lunak sumber terbuka sudah pasti merupakan perangkat lunak gratis, namun sebaliknya perangkat lunak gratis belum tentu merupakan perangkat lunak sumber terbuka. Konsep Perangkat Lunak Kode Terbuka (Open Source Software) pada intinya adalah membuka kode sumber (source code) dari sebuah perangkat lunak. Konsep ini terasa aneh pada awalnya dikarenakan kode sumber merupakan kunci dari sebuah perangkat lunak.
Dengan diketahui logika yang ada di kode sumber, maka orang lain semestinya dapat membuat perangkat lunak yang sama fungsinya. Open source hanya sebatas itu. Artinya, tidak harus gratis. Kita bisa saja membuat perangkat lunak yang kita buka kode-sumber-nya, mempatenkan algoritmanya, medaftarkan hak cipta, dan tetap menjual perangkat lunak tersebut secara komersial (alias tidak gratis). definisi open source yang asli seperti tercantum dalam OSD (Open Source Definition) yaitu:
• Free Redistribution
• Source Code
• Derived Works
• Integrity of the Authors Source Code
• No Discrimination Against Persons or Groups
• No Discrimination Against Fields of Endeavor
• Distribution of License
• License Must Not Be Specific to a Product
• License Must Not Contaminate Other Software
Sekarang, banyak industri sudah melek dengan Open Source. Karena secara investasi, dengan Open Source jauh lebih murah dan tidak diragukan lagi kehandalannya, ungkap Rachmat Gunawan, Ahli Muda IT dan Konten, Divisi Sales Engineering PT INTI saat diskusi panel. Ditambahkan oleh Rachmat, saat ini di Indonesia ada 15.000 software house. Jumlah tersebut terus bertambah seiring dengan kebutuhan masyarakat akan teknologi yang semakin meningkat setiap tahunnya. Senada dengan Rachmat, Alex Budiyanto, Community Development Officer Sun Microsystem Indonesia juga mengakui bahwa saat ini bukan saja dari pelaku industri swasta, intansi pemerintah juga sudah menggunakan Open Source dalam mendukung aktifitasnya. Maka dari itu, mahasiswa juga seharusnya sudah akrab dengan Open Source. Alex berpendapat demikian karena menurutnya saat ini Open Source sudah bisa menjadi solusi bagi kebutuhan mahasiswa. Aplikasi yang dimiliki Open Source sudah sebanding dengan aplikasi yang dimiliki aplikasi propiretary yang banyak dipergunakan oleh masyarakat Indonesia. Di dalam dunia software setidaknya dikenal dua kelompok yang membedakan keduanya, yaitu closed-source (kode tertutup) dan open-source (kode terbuka).
Aplikasi closed-source identik dengan software yang tidak gratis alias berbayar sedangkan open-source ada berkat dukungan semua pihak dan boleh digunakan oleh siapa saja dengan bebas tanpa harus membayar lisensi, biasanya dikaitkan dengan Operating System yang juga ada berkat sifatnya yang open-source yaitu Linux. Bagi mereka yang mempunyai dana terbatas dan merasa ‘alergi’ kalau harus berurusan dengan software bajakan keberadaan software open-source dapat sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan akan aplikasi dalam memanfaatkan sumber daya komputer sepenuhnya. Kalangan korporasi juga mendapatkan manfaat dengan adanya software open-source, dana yang dimiliki perusahaan tidak perlu keluar untuk membeli lisensi yang bisa dikatakan ‘cukup’ mahal meski mereka sanggup membayarnya.
Pertimbangan lainnya adalah karena software open-source lebih dikenal stabil, bug yang ada lebih cepat diperbaiki karena lebih banyak mata yang melihat dan memantau, kemampuannya juga semakin hari semakin bertambah dengan adanya sumbangan dari hasil pemikiran pengembangnya diseluruh dunia dan yang lebih mengagumkan lagi adalah sifatnya yang terbuka. Benar-benar terbuka dan bebas digunakan dan dikembangkan oleh siapa saja.
Di kalangan pendidikan penggunaan aplikasi open-source tampaknya belum setenar aplikasi closed-source yang biasa dipakai untuk proses belajar dan mengajar. Bisa ditebak software tersebut memang tidak gratis alias berbayar, mereka harus ‘membeli’ software tersebut agar bisa mendapatkannya namun yang mendapat keuntungan bukan sang pembuat tetapi pihak lain yang mendapat keuntungan secara ilegal dengan kata lain software yang digunakan untuk proses belajar adalah software bajakan yang memiliki harga jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga aslinya.
A. Konsep Dasar Sistem Oprasi
1. Definisi
Mendefinisikan istilah "sistem operasi" mungkin merupakan hal yang mudah, namun mungkin juga merupakan hal yang sangat ribet! Kita sepertinya pernah mendengar istilah "sistem operasi". Mungkin pula pernah berhubungan secara langsung ataupun tidak langsung dengani stilah tersebut. Namun, belum tentu dapat menjabarkan perihal apa yang sebetulnya dimaksud dengan kata "sistemoperasi". Sebaliknya, banyak pula yang pernah mendengar merek dagang "Windows TM1)" atau pun istilah "GNU/Linux 2)", lalu mengidentikkan nama WindowsTM atau GNU/Linux dengan istilah "sistem operasi" tersebut.
3. Abstraksi Komponen Sistem Komputer
Sebuah sistem komputer dapat dibagi kedalam beberapa komponen utama, seperti "parapengguna", "perangkat keras", serta "perangkatlunak" "Parapengguna" (users) ini merupakan pihak yang memanfaatkan sistem komputer tersebut. Para Pengguna disini bukan saja manusia, namun mungkin berbentuk program aplikasi lain, atau pun perangkat komputer lain. "Perangkatkeras" (hardware) ini berbentuk benda konkret yang dapat
Dilihat dan disentuh. Perangkat keras ini merupakan inti dari sebuah sistem, serta penyedia sumber daya (resources) untuk keperluan komputasi. Diantara "para pengguna" dan "perangkat keras" terdapat sebuah lapisana bstrak yang disebut dengan "perangkat lunak" (software).
4. Perangkat Komputer
Komputer modern merupakan sistem yang kompleks. Secarafisik, komputer tersebut terdiri dari Beberapa bagian seperti prosesor, memori, disk, pencetak (printer), serta perangkat lainnya. Perangkat keras tersebut digunakan untuk menjalankan berbagai perangkat lunak aplikasi (software aplication). Sebuah sistemoperasi merupakan perangkat lunak penghubung antara perangkat keras (hardware) dengan perangkat lunak aplikasi tersebut diatas. “Konsep Dasar Perangkat Komputer”), menguraikan secara umum komponen-komponen komputer seperti sistem operasi, perangkat keras, proteksi, keamanan, serta jaringan komputer. “Konsep Dasar Sistem Operasi” akan memperkenalkan secara umum seputar sistem operasi. Windows merupakan merek dagang terdaftar dari Microsoft. GNU merupakan singkatan dari GNU is Not Unix, sedangkan Linux merupakan merek dagang dari Linus Torvalds.
Sistem operasi berada diantara perangkat keras komputer dan perangkat aplikasinya. Namun, bagaimana caranya menentukan secara pasti, letak perbatas anantara "perangkat keras komputer" dan "sistem operasi", dan terutama antara "perangkat lunak aplikasi" dan "sistemoperasi"?
Secara lebih rinci, sistem operasi didefinisikan sebagai sebuah program yang mengatur perangka keras komputer, dengan menyediakan landasan untuk aplikasi yang berada diatasnya, serta bertindak sebagai penghubung antara para pengguna dengan perangkat keras. Sistemoperasi bertugas untuk mengendalikan (kontrol) serta mengkoordinasikan pengunaan perangkat keras untuk berbagai program aplikasi untuk bermacam-macam pengguna. Dengan demikian, sebuahs istem operasi bukan merupakan bagian dari perangkat keras komputer, dan juga bukan merupakan bagian dari perangkat lunak aplikasi komputer, apalagi tentunya bukan merupakan bagian dari para pengguna komputer.
B. Pengertian Linux
Linux adalah nama yang diberikan kepada sistem operasi komputer bertipe Unix. Linux merupakan salah satu contoh hasil pengembangan perangkat lunak bebas dan sumber terbuka utama. Seperti perangkat lunak bebas dan sumber terbuka lain pada umumnya, kode sumber Linux dapat dimodifikasi, digunakan, dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapapun. Linux terus berkembang pesat, utamanya karena ada sejumlah distributor (seperti Red Hat, Caldera, dsb) yang berkompetisi untuk berebut pangsa pasar. Oleh karena itu dibentuk kelompok bernama Linux Standard Base. Kelompok ini bekerja untuk memastikan bahwa beragam distribusi Linux yang ada tetap bisa menjalankan aplikasi yang sama dan saling berinteroperasi. Saat ini ada tujuh distribusi Linux paling terkenal, yaitu :
1. RedHat Linux, distributor paling populer di AS dan salah satu yang palingmudah digunakan.
2. Mandrake Linux, distributor yang menambahkan update dan patch untuk RedHat Linux.
3. Caldera Open Linux, distibrusi Linux dengan instalasi dan lingkungan pengguna berbasis grafis yang bagus.
4. Suse Linux, distribusi Linux paling populer di Eropa yang juga menyediakan perangkat instalasi dan panduan berbahasa Indonesia.
5. Slackware Linux.
6. Debian GNU/Linux;
Turbo Linux, distribusi Linux paling populer di Asia yang menyediakan dukungan untuk set karakter khusus Asia. Pada awalnya, Linux dibuat, dikembangkan, dan digunakan oleh peminatnya saja. Kini Linux telah mendapat dukungan dari perusahaan besar seperti IBM dan Hewlett-Packard. Para pengamat teknologi informatika beranggapan kesuksesan ini dikarenakan Linux tidak bergantung kepada vendor (vendor independence), biaya operasional yang rendah, dan kompatibilitas yang tinggi dibandingkan versi Unix proprietari, serta faktor keamanan dan kestabilannya dibandingkan dengan Microsoft Windows. Ciri-ciri ini juga menjadi bukti atas keunggulan model pengembangan perangkat lunak sumber terbuka (open source software). Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa Linux adalah perangkat lunak bebas yang kodenya dapat dimodifikasi, digunakan, dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapapun.
C. OPENSOURCE SOFTWARE
Perangkat lunak sumber terbuka ( open source software) adalah jenis perangkat lunak yang kode sumber-nya terbuka untuk dipelajari, diubah, ditingkatkan dan disebarluaskan. Karena sifat ini, umumnya pengembangannya dilakukan oleh satu paguyuban terbuka yang bertujuan mengembangkan perangkat lunak bersangkutan. Anggota-anggota paguyuban itu seringkali sukarela tapi bisa juga pegawai suatu perusahaan yang dibayar untuk membantu pengembangan perangkat lunak itu. Produk perangkat lunak yang dihasilkan ini biasanya bersifat bebas dengan tetap menganut kaidah dan etika tertentu. Semua perangkat lunak bebas adalah perangkat lunak sumber terbuka, tapi sebaliknya perangkat lunak sumber terbuka belum tentu perangkat lunak bebas, tergantung kaidah yang dipakai dalam melisensikan perangkat lunak sumber terbuka tersebut.
Serupa dengan perangkat lunak gratis, perangkat lunak sumber terbuka merupakan perangkat lunak yang juga dapat diperoleh dan didistribusikan secara bebas. Berbeda halnya dengan perangkat lunak gratis yang belum tentu boleh dilihat kode aslinya, perangkat lunak sumber terbuka dapat dibaca kode-kode pemrograman sesuai aslinya. Kode pemrograman ini dapat juga diubah, dimodifikasi dan dikembangkan sendiri oleh kita dengan tetap memperhatikan kaidah yang berlaku sesuai dengan lisensi perangkat lunak tersebut.
Sebagai contoh untuk memahami perbedaan antara kedua jenis perangkat ini dapat diilustrasikan misalnya perusahaan Microsoft pada suatu saat menjadikan salah satu produknya menjadi perangkat lunak gratis. Hal ini berarti siapapun dapat mendapatkannya secara gratis. Akan tetapi anda tidak diperkenankan untuk kemudian memodifikasi dan mengembangkan produk perangkat lunak tersebut. Dapat disimpulkan, perangkat lunak sumber terbuka sudah pasti merupakan perangkat lunak gratis, namun sebaliknya perangkat lunak gratis belum tentu merupakan perangkat lunak sumber terbuka. Konsep Perangkat Lunak Kode Terbuka (Open Source Software) pada intinya adalah membuka kode sumber (source code) dari sebuah perangkat lunak. Konsep ini terasa aneh pada awalnya dikarenakan kode sumber merupakan kunci dari sebuah perangkat lunak.
Dengan diketahui logika yang ada di kode sumber, maka orang lain semestinya dapat membuat perangkat lunak yang sama fungsinya. Open source hanya sebatas itu. Artinya, tidak harus gratis. Kita bisa saja membuat perangkat lunak yang kita buka kode-sumber-nya, mempatenkan algoritmanya, medaftarkan hak cipta, dan tetap menjual perangkat lunak tersebut secara komersial (alias tidak gratis). definisi open source yang asli seperti tercantum dalam OSD (Open Source Definition) yaitu:
• Free Redistribution
• Source Code
• Derived Works
• Integrity of the Authors Source Code
• No Discrimination Against Persons or Groups
• No Discrimination Against Fields of Endeavor
• Distribution of License
• License Must Not Be Specific to a Product
• License Must Not Contaminate Other Software
Sekarang, banyak industri sudah melek dengan Open Source. Karena secara investasi, dengan Open Source jauh lebih murah dan tidak diragukan lagi kehandalannya, ungkap Rachmat Gunawan, Ahli Muda IT dan Konten, Divisi Sales Engineering PT INTI saat diskusi panel. Ditambahkan oleh Rachmat, saat ini di Indonesia ada 15.000 software house. Jumlah tersebut terus bertambah seiring dengan kebutuhan masyarakat akan teknologi yang semakin meningkat setiap tahunnya. Senada dengan Rachmat, Alex Budiyanto, Community Development Officer Sun Microsystem Indonesia juga mengakui bahwa saat ini bukan saja dari pelaku industri swasta, intansi pemerintah juga sudah menggunakan Open Source dalam mendukung aktifitasnya. Maka dari itu, mahasiswa juga seharusnya sudah akrab dengan Open Source. Alex berpendapat demikian karena menurutnya saat ini Open Source sudah bisa menjadi solusi bagi kebutuhan mahasiswa. Aplikasi yang dimiliki Open Source sudah sebanding dengan aplikasi yang dimiliki aplikasi propiretary yang banyak dipergunakan oleh masyarakat Indonesia. Di dalam dunia software setidaknya dikenal dua kelompok yang membedakan keduanya, yaitu closed-source (kode tertutup) dan open-source (kode terbuka).
Aplikasi closed-source identik dengan software yang tidak gratis alias berbayar sedangkan open-source ada berkat dukungan semua pihak dan boleh digunakan oleh siapa saja dengan bebas tanpa harus membayar lisensi, biasanya dikaitkan dengan Operating System yang juga ada berkat sifatnya yang open-source yaitu Linux. Bagi mereka yang mempunyai dana terbatas dan merasa ‘alergi’ kalau harus berurusan dengan software bajakan keberadaan software open-source dapat sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan akan aplikasi dalam memanfaatkan sumber daya komputer sepenuhnya. Kalangan korporasi juga mendapatkan manfaat dengan adanya software open-source, dana yang dimiliki perusahaan tidak perlu keluar untuk membeli lisensi yang bisa dikatakan ‘cukup’ mahal meski mereka sanggup membayarnya.
Pertimbangan lainnya adalah karena software open-source lebih dikenal stabil, bug yang ada lebih cepat diperbaiki karena lebih banyak mata yang melihat dan memantau, kemampuannya juga semakin hari semakin bertambah dengan adanya sumbangan dari hasil pemikiran pengembangnya diseluruh dunia dan yang lebih mengagumkan lagi adalah sifatnya yang terbuka. Benar-benar terbuka dan bebas digunakan dan dikembangkan oleh siapa saja.
Di kalangan pendidikan penggunaan aplikasi open-source tampaknya belum setenar aplikasi closed-source yang biasa dipakai untuk proses belajar dan mengajar. Bisa ditebak software tersebut memang tidak gratis alias berbayar, mereka harus ‘membeli’ software tersebut agar bisa mendapatkannya namun yang mendapat keuntungan bukan sang pembuat tetapi pihak lain yang mendapat keuntungan secara ilegal dengan kata lain software yang digunakan untuk proses belajar adalah software bajakan yang memiliki harga jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga aslinya.
